Newspaper

Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS

Pada rumah atau tanah pada umumnya kita mengenal sertifikat hak Milik atau SHM. Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat yang pemiliknya mempunyai hak penuh atas kepemilikan suatu tanah atau rumah pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan didalam sertifikat tersebut. Status Sertifikat Hak Milik SHM ini juga tidak memiliki batasan waktu seperti pada Sertifikat hak Guna Bangunan. Lalu bagaimana dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun? Apakah juga menjadi bukti kepemilikan atas tanah rumah susun tersebut, atau hanya satuan rumah susun?
Sebelum kita bahas tentang sertifikat kepemilikan atas rumah susun, ada baiknya  terlebih dulu kita mengetahui apa rumah susun itu. Rumah Susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama. Sebagai mana dinyatakan dalam UU menurut No. 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun.
Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS
Dari pengertian rumah susun tersebut, bisa kita simpulkan bahwa pengertian rumah susun hanya menyebutkan bangunan bertingkat, tidak menyebutkan jenis bangunannya apakah berupa perkantoran, apartemen, kios komersil non-pemerintah maupun penggunaan lainnya.
Jadi Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun atau SHMSRS merupakan jenis sertifikat atas bangunan-bangunan vertikal. Baik itu berupa perkantoran strata title dan bangunan komersil lainnya seperti kios-kios komersil non-pemerintah maupun residensial seperti apartemen, condominium, flat, dan rumah susun.
Sering kita dengar istilah strata title, istilah strata title ini sebenarnya tidak dikenal dalam terminologi hukum Indonesia. Istilah strata title berasal dari luar negeri seperti Singapura dan Australia yang memungkinkan kepemilikan bersama secara horizontal dan secara vertikal. Istilah Srata title ini sering diperdengarkan di Indonesia karena target pasar ruang perkantoran di Indonesia juga untuk pelaku bisnis asing, maka penamaan strata title juga diberikan supaya target pasar lebih mengerti mengenai status hukum objek yang ditawarkan.
Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS
Setiap unit ruman susun diterbitkan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS oleh Kantor Pertanahan setempat berdasarkan Akta Pemisahan yang dibuat oleh PPAT. Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS berdiri sendiri dan bisa dipunyai oleh orang atau badan hukum. Secara umum Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS sama dengan sertifikat atas tanah dan bangunan, perbedaan terletak pada warnanya (pink) serta terdapat prosentase kepemilikan atas tanah bersama.
Untuk proses jual-beli rumah susun juga sama dengan peralihan hak atas sertifikat tanah dan bangunan dimana peralihan  diharuskan dengan akta otentik yang dibuat di hadapan PPAT. Selain dapat dialihkan, sertifikat kepemilikan atas rumah susun SHMSRS juga dapat dibebankan hak tanggungan atau dijadikan jaminan atas pinjaman kepada lembaga keuangan atau perbankan. Proses penjaminan ini sama dengan proses menjaminkan sertifikat secara umum.
Pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS)
Sesudah pembangunan umah Susun selesai dan unit-unitnya sudah diserahkan kepada pembeli, maka pihak developer wajib menfasilitasi terbentuknya Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun PPPSRS dalam jangka waktu 1 tahun sejak diserahkan unit kepada pembeli/pengguna. Dimana pengelolaan dan kepemilikan bersama atas benda bersama dan tanah bersama dimiliki oleh Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun PPPSRS ini. PPPSRS ini adalah badan hukum yang bisa bertindak melakukan perbuatan hukum seperti memperpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas tanah bersama yang sudah berakhir masa berlakunya.
Perpanjangan Sertifikat Tanah Tempat Rumah Susun Berdiri
Permohonan perpanjangan sertifikat tanah bersama dilakukan oleh Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun ke Kantor Pertanahan setempat. Dalam prakteknya PPPSRS bisa memberikan kuasa kepada orang lain untuk memperpanjang dengan melampirkan surat kuasa dan akta pendirian PPPSRS. Bukti perpanjangan masa berlaku sertifikat bersama nantinya tertulis pada masing-masing unit sertifikat SHMSRS.
Tanah Bersama Atas Rumah Susun
Dalam rumah susun dan bangunan vertikal lain, dikenal juga tanah bersamayang merupakan sebidang tanah hak atau tanah sewa untuk bangunan yang digunakan atas dasar hak bersama secara tidak terpisah yang diatasnya berdiri rumah susun serta ditetapkan batasnya dalam persyaratan izin mendirikan bangunan.
Jadi atas tanah tempat berdirinya Rumah Susun merupakan tanah milik bersama yang dimiliki secara proporsional dan nilai perbandingan proporsionalnya ditentukan pada saat perencanaan dan dicantumkan dalam sertifikat Rumah Susun tersebut. Jadi meskipun unit Rumah Susun berada di lantai atas yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah, kepemilikannya atas tanah bersama adalah sama besar persentasenya dengan kepemilikan oleh unit yang berada di lantai bawah yang langsung bersentuhan dengan tanah.
Benda Bersama dan Bagian Bersama
Selain tanah bersama, dalam Rumah Susun juga mempunyai benda bersama dan bagian bersama. Dimana benda dan bagian bersama ini terdiri dari bagian yang tidak termasuk dalam sertifikat unit Rumah Susun yang digunakan untuk kepentingan bersama, seperti tangga, jalan, lobby dan fasilitas lainnya yang perawatannya dilakukan oleh PPPSRS.
Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun SHMSRS
==========================================================

Dear Potensial Customer,
Kabar gembira, bahwa Apartemen Point 8 sedang ada Promo DP 10% yang didukung oleh Bank Bukopin…
Promo hanya sampai dengan Minggu, 1 Juni 2014.
Menariknya lagi, pada bulan Juli 2014 akan terjadi kenaikan Harga Jual, beli sekarang langsung untung dan manfaatkan juga promo tersebut.

untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi :
FREDY FUSIN 081 2926 9506 / 021 9314 1003

http://www.apartementpoint8.wordpress.com

=========================

Keuntungan Invest Apartemen

Contoh :
Tahun 2010 aku survey Apartemen MOI Klp Gading 2BR 45m unfurnished pasarannya 350jt. Saat 2013 pasarannya sudah 550jt. Sewa tahunan 60jt. Bulanan 6jt. Harian 600rb.Rumah disekitar jakarta timur harganya sekitar 1.3M. Tapi kalau disewakan cuma dapat sekitar 30-40jt setahun. Bayangkan kalau 1.3M itu dibelikan 2 unit apt MOI saja. Hasil sewanya sudah mencapai 120jt setahun.Plus mindset warga Jakarta sekarang sudah bergerak dari landed house ke Apartemen dengan pertimbangan antara lain:

1. Pusat bisnis yg terpusat di tengah kota, sementara landed house yg terjangkau ada di pinggir kota. Waktu yg dibutuhkan dari Sudirman ke Serpong bisa mencapai 2-3 jam. One way.

2. Keamanan makin banyak landed house yg menjadi korban pencurian, bahkan perampokan. Tidak luput untuk rumah yg sistem kluster sekalipun.

3. Fasilitas di apartemen umumnya tersedia fasilitas lengkap tanpa harus keluar lokasi Apartemen, mau berenang tinggal turun lift, mau ke salon tinggal turun lift, mau ke supermarket tinggal turun lift, mau jogging tinggal turun lift. Convenient. Bahkan untuk apartemen yg superblok, mau ke mall juga tinggal turun lift ^^

============================================================================================

Cermati Status Apartemen Anda

Bila apartemen yang Anda miliki menempati tanah milik pemerintah, bukan murni tanah hasil pembebasan oleh  pengembang, bersiaplah untuk kelak mengeluarkan uang ekstra. Sebab, saat Anda bersama para penghuni lain yang tergabung dalam perhimpunan penghuni ingin memperpanjang HGB (Hak Guna Bangunan), ada biaya ekstra yang mesti dikeluarkan. Dan untuk perpanjangan tersebut, Anda mesti membayar biaya untuk mendapatkan rekomendasi perpanjangan dari sang empunya lahan, yaitu pemerintah.
Semua itu terjadi bila HGB tersebut berdiri di atas HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Dalam hal ini, pengembang trelebih dulu mendapatkan hak dari pemerintah untuk mengelola lahan tersebut. Lalu di atas lahan tersebut dibangunlah kompleks . Nah, para pemilik apartemen tersebut lantas mendapatkan HGB yang berlaku 30 tahun, yang setelah itu bisa diperpanjang 20 tahun lagi, bila mendapat rekomendasi dari pemerintah selaku pemilik lahan.
HGB di atas HPL tersebut berbeda dengan HGB murni. Untuk yang terakhir ini, lahan tempat kompleks apartemen dibangun adalah murni milik  pengembang.
 Lantas, apa ya perbedaan mendasar antara apartemen dengan HGB di atas HPL dan HGB murni? Mari kita menyimak sisi positif, negatif, dan persamaan dua tipe kepemilikan apartemen tersebut—selain yang telah diuraikan sebelumnya.
 1. Untuk dua tipe pemilikan  tersebut, yang dipegang masing-masing pemilik adalah Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Nah, sertifikat ini merupakan pemecahan dari HGB yang dimiliki secara kolektif.
 2. Dalam hal perpanjangan HGB—yang harus dilakukan setelah 30 tahun, penghuni  ber-HGB di atas HPL harus mengeluarkan biaya ekstra. Maklum, untuk mendapatkan rekomendasi perpanjangan dari pemerintah, ada biaya tertentu untuk pemasukan negara. Di Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 122 Tahun 2001, ditetapkan bahwa besar biaya tersebut sebagai berikut: 5% dari luas lahan x NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). Setelah rekomendasi dari pemerintah didapat, barulah HGB tersebut bisa diperpanjang melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Bila Anda ingin membeli  ber-HGB di atas HPL, hal ini perlu diperhatikan mengingat biaya tersebut cukup berarti, bukan? Bayangkan bila saat perpanjangan tersebut, NJOP  Anda di angka Rp 5 juta per m² sementara luas  tersebut 36 m². Berarti Anda mesti membayar sekitar Rp 9 juta. Tapi bila Anda hendak membeli  tersebut via pasar sekunder, cermati sisa masa berlaku HGB-nya.
3. Berlainan dengan itu, untuk apartemen dengan HGB murni, perpanjangan tersebut bisa langsung dilakukan ke BPN.  Dalam hal ini, perpanjangan HGB tersebut bisa dilakukan oleh pengembang. Bisa pula diperpanjang atas nama perhimpunan penghuni rumah susun bila HGB telah dialihkan ke perhimpunan tersebut. Untuk proses ini, tentu para pemilik  perlu menambah biaya.
4. Sebenarnya, dua tipe pemilikan tersebut sama-sama tak memungkinkan penghuni untuk memiliki hak atas lahan. Yang bisa didapat adalah hak pemilikan atas bangunan yang ada di atas lahan tersebut. Untuk dengan HGB murni, lahan hanya bisa dimiliki secara kolektif, bukan secara perorangan.
 5. Untuk  ber-HGB di atas HPL, bisa saja suatu saat pemerintah tak memberikan rekomendasi perpanjangan HGB. Misalnya, dikarenakan adanya perubahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Otomatis, para pemilik tak lagi punya hak kepemilikan.Tapi perlu dicatat, bahwa dalam hal tersebut pemerintah mesti memberikan ganti rugi ke para pemilik.
6. Dua tipe pemilikan itu memungkinkan para pemilik melakukan pengalihan kepada pihak ketiga (penjualan). Juga memungkinkan para pemilik meng agunkan  kepada pihak lain seperti bank.
Hanya saja, untuk  ber-HGB di atas HPL, pengagunan kepada pihak lain (misalnya kepada bank untuk mendapatkan kredit) harus mendapatkan rekomendasi dari pemegang HPL
Sekadar contoh, untuk apartemen yang berdiri di atas tanah negara di Kemayoran, Jakarta Pusat, ada SK Menteri Sekretaris Negara No. B.401/M.Sesneg/D-4/07/2008. Dengan SK itu,  di atas tanah tersebut dapat dijadikan objek hak tanggungan dengan persetujuan tertulis dari pemegang hak pengelolaan. Setelah persetujuan itu ada, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) antara pemilik  dengan pihak lain seperti bank, bisa dibuat.
 7. Terlepas dari beda status lahan yang ditempati, dua tipe tersebut berkemungkinan digusur oleh pemerintah demi kepentingan umum.
8. Sekadar tambahan, ada pengecualian bila lahan tersebut milik pemerintah melalui Perumnas. Untuk tanah tersebut, status HGB di atas HPL bisa ditingkatkan menjadi HGB murni (dalam hal rumah tinggal yang dibangun di tanah milik Perumnas, status HGB di atas HPL bisa dinaikkan menjadi SHM alias Sertifikat Hak Milik).
 9. Perkembangan terakhir, di ujung tahun 2009, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfo menyatakan keinginan agar persoalan masa berlaku properti ber-HGB bisa selesai di tahun 2010. Ia berjanji akan berhubungan erat dengan BPN untuk menuntaskan hal itu. Menteri Suharso, antara lain, juga menyatakan bahwa akan lebih baik bila masa berlaku HGB tidak hanya 25 tahun, namun diperpanjang menjadi 90 tahun.
Bila minat Menteri Suharso tersebut terwujud, artinya pemilik ber-HGB di atas HPL bisa menarik napas lebih panjang, bukan? Sebab, masa berlaku HGB lebih lama. Bersama penghimpunan penghuni, pemilik tersebut tidak perlu membayar biaya kepada pemerintah untuk perpanjangan HGB tersebut dalam waktu 30 tahun satu kali, tapi bisa lebih lama ketimbang waktu tersebut.
Propertykita.com/Achmad Adhito/berbagai sumber
=============================================
Jan 27, 2014 – Rumah.com
Oleh: Anto Erawan

RumahCom – Apakah Anda pernah mendapat tawaran properti di bawah harga pasar atau harga yang ditawarkan developer? Namun sayang, properti tersebut belum memiliki akta jual beli (AJB), izin mendirikan bangunan (IMB), sertifikat hak guna bangunan (SHGB), dan lain-lain—lantaran si pemilik belum melakukan serah terima dengan developer dan menandatangani AJB di hadapan notaris.

Apakah properti seperti ini layak dibeli? Dan bagaimana pula perlindungan hukum bagi di pembeli?

Dinukil dari buku ‘Aplikasi Hukum dalam Bisnis Properti’ tulisan Erwin Kallo, transaksi seperti ini sebenarnya sah-sah saja, sepanjang tidak ada unsur penipuan, pemalsuan, dan pemaksaan di dalamnya. Bisa saja, karena terlalu sibuk atau menghemat pajak dan biaya lain, penjual belum melakukan penandatanganan AJB.

Syaratnya, penjual harus memindahnamakan semua dokumen pembeli, seperti surat pemesanan rumah (SPR), perjanjian pendahuluan, dan kuitansi pelunasan atas nama Anda sebagai pembeli. Dengan demikian, pada saat serahterima dari developer dan akad notaris, langsung atas nama Anda. >>Baca: Tips Bebas Masalah dalam Membeli Rumah

Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pastikan bahwa PPJB (perjanjian pengikat jual-beli) yang dimiliki penjual benar dan sah, masih berlaku serta terdaftar pada developer yang bersangkutan.

Kedua, pastikan isi PPJB. Apakah penjual telah memenuhi semua kewajibannya pada developer. Selain harga jual, biasanya juga terdapat biaya pengalihan PPJB sebesar 5% dari harga jual pertama yang dibayarkan kepada developer. Perlu ditegaskan, hal ini dibebankan kepada siapa? Lantaran hal ini mempunyai bagian hukum dengan developer, lazimnya biaya ini dibebankan kepada penjual.

Ketiga, sebaiknya seluruh pembayaran dilakukan secara bersamaan pada saat penandatanganan AJB di hadapan PPAT, agar menjamin keamanan uang yang dibayarkan.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com
@AntoSeorang

=============================================================================

RumahCom – Setiap konsumen pasti tidak ingin bermasalah dalam proses jual-beli, namun terkadang seorang pembeli mengalami masalah dengan rumah yang dibeli, baik dengan pihak bank, pengembang (developer) atau karena faktor lain.

Dalam bukunya yang berjudul ‘Menjadi Kaya Melalui Properti’, Panangian Simanungkalit mengungkapkan, sering sekali kejadian isi pasal-pasal dalam PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) lebih menguntungkan pihak developer daripada pihak konsumen. Sebagai contoh, apabila terjadi keterlambatan pembayaran (misalnya, cicilan DP rumah yang belum lunas) maka konsumen akan dikenakan denda.

Tetapi sebaliknya, bila developer tidak menepati janjinya (misalnya, serah terima kunci yang tidak sesuai jadwal) maka konsumen hanya akan mendapatkan seribu satu alasan yang ujung-ujungnya hanya menguntungkan pihak developer.

Masih seputar PPJB, dalam surat tersebut biasanya hanya dilampirkan:
1. Denah rumah
2. Tampak muka
3. Spesifikasi umum

Poin 1 dan 2 relatif mudah dicek, karena merupakan bagian yang kasat mata. Sebaliknya, poin 3 mengenai spesifikasi teknis justru merupakan masalah vital yang akan menentukan kualitas rumah dan umur pakainya.

Berhati-hatilah, karena biasanya developer hanya menerangkan spesifikasi yang sangat umum, misalnya pondasi batu kali dan struktur beton bertulang, tapi tidak menyebutkan berapa sentimeter kedalaman dan lebar pasangan batu kali.

Mereka juga tidak menyebutkan berapa ukuran diameter besi tulangan beton yang akan dipakai sebagai struktur konstruksi rumah yang dibeli. Padahal, hal ini lebih penting daripada “sekadar” tampak muka rumah (fasad) bergaya mediteranian atau modern minimalis. Percuma saja sebuah rumah terlihat indah bila dalam waktu 1-2 tahun dinding retak karena pergeseran tanah.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

===========================================

Memasuki bulan January 2014 , Jakarta diguyur hujan tak henti henti nya hingga mengakibatkan genangan air banjir dibeberapa titik kawasan seluruh Jakarta. Namun yang sangat mengembirakan adalah proyek Apartemen Point 8 bebas dari genangan air banjir walaupun diguyur hujan sepanjang hari.

apartemen point 8
Apartemen Point 8 , saat hujan dan banjir melanda ibukota januari 2014
Apartemen Point 8
salah satu keunggulan Apartemen Point 8 , dari jalanan naik 2,5 m lebih tinggi ke proyek apartemen point8
view dari pos security Apartemen Point 8 ke jalan raya.
view dari pos security Apartemen Point 8 ke jalan raya.

=========================================================================================================

https://www.facebook.com/fredyfusin/posts/10151778388887309″ data-width=”550″><div><a href=

=====================================

Peraturan BI September 2013

Peraturan Bank Indonesia terbaru 29 Seprember 2013 mengenai kebijakan pemberian kredit kepada debitur.Lihat di link berikut ini dan klik di lampirannya….

http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/se_154013.htm

================================================================================

“Apartemen Point 8”

Ada beberapa keuntungan dari berinvestasi di properti yang menjadikan bisnis ini sebagai salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang.

1) Risiko yang relatif lebih kecil – tidak ada investasi yang tidak berisiko, namun investasi properti bisa dibilang lebih aman dibanding instrumen investasi finansial. Mengapa? Karena Anda dapat mengelola sendiri investasinya sehingga kendali sepenuhnya di tangan Anda. Tentu risiko dalam investasi properti tetap ada, seperti kemungkinan bangunan yang rusak, penyewa yang telat membayar sewa, dan ini tetap harus diantisipasi.

2) Tidak terlalu terpengaruh oleh faktor eksternal – dibandingkan dengan instrumen investasi finansial seperti saham atau obligasi yang nilainya sangat fluktuatif dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat inflasi dan suku bunga, investasi di bidang properti walaupun juga terpengaruh faktor luar, tetapi perubahannya tidak akan terlalu cepat. Misalnya, harga rumah tidak akan serta-merta berubah dalam semalam tetapi mebutuhkan bulanan hingga tahunan untuk berubah.

3) Laba/keuntungan yang besar – investasi di bidang properti memberikan peluang untuk mendapat keuntungan yang sangat besar. Banyak pengusaha-pengusaha ternama dunia yang sukses berinvestasi melalui properti. Khusus untuk pasar properti di Jakarta, peluangnya sangat menjanjikan. Dalam kelas edukasi finansial yang diselenggarakan oleh Citibank beberapa waktu lalu, Luke Rowe dari Jones Lang Lasalle Indonesia menyebutkan bahwa tingkat okupansi properti komersial seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90% yang menyebabkan harga sewa melunjak naik dengan cepat. Begitu pula dengan pasar properti perumahan dan apartemen dengan harga beli pada kisaran $200,000-250,000 dapat disewakan pada harga Rp20-25 juta per bulannya. Ini akan dapat memberikan keuntungan pendapatan pada kisaran 8-10%. Jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Singapura atau Hong Kong, harga sewa di Jakarta masih jauh lebih murah. Oleh karena itu, Luke Rowe meyakinkan bahwa untuk minimal 3 tahun ke depan, harga properti di Jakarta akan terus naik dan tidak akan mengalami masalah oversupply.

4) Dapat menggunakan uang orang lain untuk berinvestasi – ini adalah salah satu fitur paling menarik dari investasi properti, yaitu sistemnya memungkinkan kita untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi kita. Tidak seperti investasi lain yang akan sangat bergantung pada seberapa banyak uang tunai yang Anda miliki, investasi properti dapat dilakukan dengan membayar uang muka saja 20-30% dari harga propertinya. Kalau kita investasi di pasar modal, seperti saham, obligasi, reksa dana, maupun investasi emas atau karya seni, semuanya akan sangat tergantung pada seberapa banyak uang tunai yang kita miliki. Sedangkan investasi properti bisa dilakukan hanya dengan 20-30% harga propertinya. Sisanya dapat dibiayai melalui pinjaman ke bank. Implikasinya adalah dengan nominal uang yang sama (misal Rp20 juta) Anda dapat memperoleh aset properti senilai Rp100 juta, tetapi jika membeli investasi lain, jumlah saham/obligasi/reksadana/emas/karya seni tetap hanya senilai Rp20 juta. Dengan demikian, investasi properti memberikan peluang yang lebih besar dan cepat untuk melipatgandakan aset.

5) Pendapatan arus kas (cash flow) rutin – dari hasil uang sewa, Anda dapat memperoleh arus kas rutin sebagai pemasukan untuk menjamin kestabilan finansial Anda. Semakin banyak properti yang Anda miliki maka akan semakin besar pula arus kas yang akan Anda terima.

Tertarik untuk terjun ke dunia properti? Nah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara untuk memulai investasi properti?

1) Tetapkan tujuan dari investasi Anda secara spesifik dan terukur – misalnya, apakah tujuan Anda adalah mendapatkan arus kas rutin bulanan senilai Rp5 juta atau membeli properti murah yang diproyeksikan akan naik 5 kali lipat harganya setelah 10 tahun ke depan.

2) Tentukan jenis properti yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut – apakah rumah tinggal, apartemen, rumah kost-kostan, bangunan komersial, dan lain sebagainya.

3) Lakukan riset tentang properti yang akan Anda beli – survey informasi mengenai lingkungan lokasi, keamanan, fasilitas, akses, tingkat kenaikan harga selama beberapa tahun ke belakang, proyeksi ke depan, segala kelebihan maupun kekurangan dari kepemilikan properti tersebut sehingga Anda juga dapat mengantisipasi risiko yang terkait.

4) Lakukan riset tentang suku bunga, kenaikan harga properti secara umum, dan harga sewa, terutama jika Anda berencana untuk menggunakan pembiayaan dari bank. Bandingkan berbagai pilihan skema pembiayaan yang ada dan pilihlah yang paling aman dan menguntungkan.

Selamat memetik keuntungan dari investasi properti Anda!

Keuntungan Berinvestasi di Bidang Properti
mywealth.co.id

================================================================================

Keuntungan Investasi Properti

Daya tarik dalam berinvestasi properti salah satunya adalah berlakunya hukum compounding (pelipatgandaan).
Dan disini akan dijelaskan secara sederhana mengenai Keuntungan Spesial jika kita berinvestasi properti menurut Mr.Joe Hartanto (Pengarang buku Property Cash Machine) :
1).Properti adalah produk investasi yang jumlahnya terbatas
2).Kontrol pasar ada ditangan pemilik properti
Maksudnya dengan investasi properti, harga jual properti bisa kita atur, properti juga bisa menghasilkan uang tanpa kita harus menjualnya, misal dengan menyewakan atau melakukan refinancing (pendanaan ulang) terhadapnya.
3).Properti terlindung dari inflasi
4).Properti 10 unit bisa dibeli dengan harga 1 unit
Misal ada harga rumah 2 milyar, kita bisa membelinya dengan sejumlah DPnya saja misal 200 jt (10%) sisanya dibiayai pihak lain sedangkan cicilannya dibiayai dari cashflow bulanan properti tersebut.
Dari sini bisa kita simpulkan jika kita punya uang 2 milyar, maka kita bisa membeli sebanyak 10 rumah @2 milyar dengan pembayaran DP tiap rumah 200 juta saja.
5).Langsung dapat untung saat membeli properti
Misal harga pasaran rumah 200 juta dibeli 150 juta jauh dibawah harga pasar, maka kita langsung dapat untung dari selisih harga tersebut.
6).Harga properti bisa dinaikkan dengan modal relatif kecil
Contohnya dengan mengecat ulang, memugar pagar sehingga kelihatan lebih baru sehingga daya tariknya lebih tinggi.
7).Mendapat 2 keuntungan yaitu capital gain dan cashflow
Capital gain yaitu selisih antara harga saat jual sekarang dengan harga saat kita membeli, sedangkan cashflow adalah penghasilan yang dihasilkan dari aset tersebut.
8). Mendapat uang tanpa kita menjual properti tersebut
Hal ini bisa dilakukan dengan menyewakan properti tersebut ataupun menjadikannya tempat usaha.
9).Tidak menyita banyak waktu
Misal kita punya rumah sewaan atau kost, dengan ditinggal jalan-jalan ke luar negeripun keuntungan dari biaya sewa tetap kita terima.
10).Nilai properti naik terus secara konsisten
Pada 5 tahun atau 10 tahun kedepan nilai aset properti bisa dipastikan menaik tajam, hal ini berbeda dengan investasi lain yang sewaktu-waktu bisa turun naik.
11).Properti bisa menghemat pajak pendapatan.
12).Investasi properti sangat disukai oleh Bank sebagai sahabat properti anda
13).Orang-orang kaya diseluruh dunia banyak yang berinvestasi di bidang properti

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/real-estate/2117963-keuntungan-spesial-dalam-berinvestasi-properti/#ixzz1QBPKBqGp

================================================================================

Mengapa Invest di Property?

Dengan berinvestasi ke property, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusaha property dari Amerika atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis property. Bank juga memiliki property, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya.Banyak cara untuk berinvestasi ke property. Anda bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong. Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di property, kemudian sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali. Jika Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol sendiri, kemudian menjualnya nanti. Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang banyak untuk memulai investasi Anda di property.Penting sekali memahami mengapa property seringkali menjadi pilihan utama orang untuk mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena property tidak berisiko. Seperti investasi lainnya di property juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak, kesulitan apapun bisa terjadi. Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan semacam ini, maka investasi di property memang untuk Anda.Menggunakan Uang Orang lain (Other People’s Money)Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di property adalah bahwa sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang membuat property bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi lainnya.Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri. Kita ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka Anda harus membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito dan tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yang bernilai seni, semuanya mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.Investasi di property tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk pembayaran uang muka pembelian barangnya.Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya, dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung bertambah menjadi Rp 100 juta. Dengan menggunakan pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama, semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang sama jika diinvestasikan ke dalam property, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100 juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau 300% berlipat ganda ? Luar biasa.Mengapa Real Estate MenguntungkanMenggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke property. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di property yang membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.Arus Kas (Cash Flow),Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda.Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa.Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan, misalnya untuk membuat property yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak investasi property dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk membeli rumah. Tidak peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling rendah.Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan. Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.Langkah-Langkah Memulai Investasi Di PropertyWalaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi property Anda, bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di property tetap membutuhkan komitmen penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum berinvestasi di property sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke property adalah mempelajari segala sesuatunya tentang property sebanyak yang Anda bisa.* Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar tentang investasi property misalnya dari buku-buku, kursus, seminar, juga internet dan lain-lain. Untuk mengenal bisnis property Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu sebagai broker property. Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa mendapatkan komisi penjualan dari property yang Anda jual. Belum lagi kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu bisnis property Anda nanti. Melakukan riset terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan property misalnya bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.* Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker property, setelah Anda membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis property maka selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker property yang bersedia membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis property. Carilah agen penjual yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai bisnis property. Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi* Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga property, harga sewa,jika Anda mau menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari sewa rumah, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi bangunannya.Your Action PlanSetelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di property, maka selanjutnya Anda tinggal menetapkan tujuan dari investasi property Anda secara spesifik dan terukur. Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam investasi property e atau pembelian property bisa menjadi Rp 1 M dalam 10 tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis property apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan, bangunan komersial. Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus berkembang. Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama property tersebut harus Anda tahan sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru Anda, mengambil tindakan-tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko, kemudian melakukan investasinya.Selamat berinvestasi !Oleh : Mike Rin

================================================================================

Antara Investasi Emas dan Property

Pilihan Investasi: Emas Kehilangan Trust, Properti? Written by La Coga   Sunday, 21 April 2013 infogayahidup.com Lama sekali emas dipercaya dan terbukti menjadi instrumen dari portofolio investasi terbaik. Dalam rentang satu dekade terakhir, emas menghasilkan tingkat investasi terbaik seiring dengan lonjakan harga emas.Simpanan emas perhiasan maupun emas batangan telah mampu mendorong menaikan nilai rupiah kekayaan orang yang memilih menyimpan dananya dalam bentuk investasi emas.Sepuluh tahun lalu harga emas per gram masih berkisar Rp140.000. Bandingkan dengan harga emas awal 2012 yang sempat menyentuh Rp545.000 per gram. Ini era manis investasi emas yang mampu mendorong banyak pihak makin yakin dengan pilihan investasi di emas perhiasan maupun emas batangan.Akan tetapi suasana bulan madu itu mulai antiklimaks menyusul munculnya tren penurunan harga emas pada kuartal I 2013 karena dipicu oleh faktor China dan Amerika Serikat yang menghadapi pelemahan perekonomian domestiknya.Sebab itu, harga kontrak berjangka (futures) emas di dunia mengalami penurunan mingguan terbesar sejak 1,5 tahun lalu. Dampak lebih lanjutnya adalah para pengelola dana memangkas kelolaan dana investasi pada portofolio emas dengan nilai terbesar sejak 2007 dan menjadi paling bearish seperti yang pernah terjadi pada gula dan kopi. Hal itu dilakukan seiring kekhawatiran bahwa the Fed- Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat yang sangat berpengaruh di seluruh dunia itu akan memperlambat program stimulus yang mendorong harga untuk bahan baku turun tajam pada tahun ini.Harga emas memang belum turun secara ekstrem- paling tidak masih di atas Rp500.00 per gram, namun trennya terus turun dan menimbulkan dampak psikologis pada masyarakat investor yang cenderung menarik dari dari investasi emas.Di Indonesia telah muncul gejala menurunnya kepercayaan terhadap investasi emas- bahkan dihebohkan oleh produk gadai emas di sejumlah perbankan yang merugikan banyak nasabah- yang juga menjadi korban dari tren penurunan harga emas.Risiko Pengempisan Gelembung Harga PropertiSebagaimana emas, properti adalah pilihan favorit lain bagi masyarakat investor untuk membiakkan dananya. Sifat properti yang memberikan kenaikan harga aset yang tinggi (capital gain) dan pendapatan hasil sewa (yield) menjadi daya tarik besar untuk berinvestasi produk properti.Lalu bagaimanakah dengan investasi properti di Indonesia? Sudah sejauh mana tren pertumbuhan harga properti yang meroket dalam beberapa tahun belakangan ini- paskakrisis 1998- membentuk gelembung harga dan seberapa besar gelembungnya. Ini sangat mudah dilacak. Lakukan saja perbandingan harga rumah dalam lima tahun terakhir. Rumah tipe 39/90 di Ciledug, Tangerang pada 2005 masih bisa dibeli seharga Rp135 juta- Rp150 juta. Kini untuk rumah tipe 36/78 saja di kawasan yang sama harus merogoh kocek hingga Rp350 juta- Rp400 juta. Perbandingan harga itu akan semakin drastis untuk daerah seperti Serpong dan Cibubur yang meruakan daerah yang paling intensif pertumbuhan pasar propertinya.Lalu mungkinkah pergerakan harga itu  akan terus menaik trennya?  Kalau tren penaikan harga itu konsisten berjalan tentu investasi di properti akan menjadi primadona, bahkan berpotensi menguat karena akan ada peluang masyarakat beralih dari investasi emas ke investasi properti untuk yang memiliki dana investasi dalam jumlah yang memadai.Dan sebaliknya, kalau tren pergerakan harga properti menjadi tertahan bahkan stagnan dalam jangka waktu lama, maka properti juga akan dihindari sebagai portofolio investasi seperti halnya investasi emas. Akan semakin berat lagi kalau harga properti malah turun sebagai akibat dari hukum besi gelembung harga properti.Melihat seberapa besar gelembung harga itu ada baiknya kita melihat struktur pembangunan harga yang terjadi salam ini.Pertama: Kalau harga properti merupakan harga kenaikan wajar yang muncul karena hukum pasok dan permintaan, maka niscaya tren kenaikan harga properti berada dalam zona yang sangat sehat. Ini sangat mungkin karena ada angka statistik masyarakat yang belum memiiki rumah yang diklaim mencapai 8 juta- bahkan angka terakhir BPS menyebutkan naik menjadi 13,6 juta unit/ atau tepatnya 13,6 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Defisit itu bertambah pula 800.000 unit per tahun akibat kurangnya pasokan.Kedua: Kalau  tren kenaikan harga rumah atau properti merupakan proses dari kartel harga yang diciptakan oleh monopoli pengembang besra, maka harga properti pada saat ini ada pada zona kuning aalias awas. Ingat beberapa pengembang besar menjadi tuan tanah yang menguasai lahan perumahan hingga ratusan ribu hektar di sejumlah lokasi. Di wilayah Jakarta- Bogor- Bekasi, depok- Tangerang- Bekasi saja, pengembang seperti Sinar Mas Group, Ciputra Grup, Lippo Group, Summarecon Group, Metropolitan Land Group hingga Megapolitan Group memiliki sejumlah proyek dengan luas lahan per proyek mencapai hingga 6000 hektar.Kalau ternyata listing harga properti saat ini merupakan harga yang terbangun yang lebih dominan akibat pembentukan  harga oleh pengembang-pengembang besar ini, maka harga yang ada sangat mungkin harga gelembung. Artinya bersiap siap lah menunggu gelembung itu pecah dan kempes yang kemudian menyebabkan terjadi krisis ekonomi.Menghadapi potensi kartel harga properti ini sebaiknya pemerintah melalui Menteri Perumahan Rakyat dan Kementerian Perdagangan perlu lebih memberi pengawasan atas perkembangan harga. Pemerintah harus mencegah pengembang terlalu kemaruk dalam menetapkan harga. Harus dicegah pengembang mengeruk untung terlalu besar dengan mengangkat harga terlau berlebihan.Di sisi lain, Bank Indonesia harus lebih mengawasi perbakan sebagai lembaga pendukung dari sisi pembiayaan.  Perbankan juga salah satu unsur penting dalam pembentukan harga properti melalui taksiran agunan aset properti maupun appraisal kredit.Dengan begitu diharapkan pergerakan industri properti bisa berjalan dengan sehat dan tidak meninggalkan bom waktu yang bisa merusak perekonomian. Bahkan lebih dari itu, properti bisa terus dipercaya menjadi salah satu produk investasi yang paling menjanjikan dan aman bagi masyarakat investor.- See more at: http://www.kreditproperty.com

================================================================================

Investasi yang menguntungkan ?

JAKARTA – Investasi properti adalah jenis investasi yang diyakini paling menguntungkan dan tidak mengkhawatirkan. Apa sebab? Jika dibandingkan dengan investasi emas, saat ini harganya terus melorot dan tentu saja mengantarkan investornya pada gerbang kerugian. Begitu juga dengan investasi saham yang penuh ketidakpastian akibat krisis global. ”Setiap hari, fluktuasi harga saham terus terjadi dan membuat investasi Anda berisiko besar. Jadi, alternatif investasi aman saat ini adalah properti, karena terbukti harga properti tetap naik walaupun harga emas dan saham turun,” ujar Business Development and Finance Manager Paragon Square, Ranto. Soal prospek investasi, para konsumen harus melihat secara detil produk yang akan dibeli baik, rumah maupun apartemen. Dia mencontohkan, untuk apartemen Paragon Square yang dikembangkan PT Broadbiz Asia di Tangerang, prospek kenaikan harga apartemen diklaim sekira 20 persen per tahun bahkan bisa lebih.”Apalagi dengan membeli unit Paragon Square Anda akan mendapatkan jaminan berupa program refund alias cash back,” tambahnya, seperti dikutip dalam keterangan tertulis PT Broadbiz Asia, Sabtu (6/7/2013). Penjelasan Ranto itu diamini oleh salah satu pembeli apartemen, Irwan Sarjono. Dia mengatakan, selain menguntungkan secara investasi, apartemen ini memiliki lokasi potensial. “Lokasinya strategis dan potensi keuntungan investasi tentu menggiurkan, belum lagi ada program cash back,” ungkapnya. Selain menawarkan cash back, Ranto menambahkan, PT Broadbiz Asia juga memberi jaminan kepada pembelinya dengan program Rental Guarantee sebesar 20 persen . “Artinya, jika si pembeli menjadikan unitnya itu menjadi lahan investasi, maka dia tak perlu repot untuk mencari calon penyewa,” tandasnya.(NJB)

================================================================================

Manfaat investasi di properti

Ada banyak keuntungan yang kita dapatkan saat-saat investasi properti, namun kali ini saya mau ngangkat yang berkaitan keuntungan Utama yang dicari oleh sebagian besar orang yang menginvestasikan uang mereka. Apa itu? tidak lain tidak bukan adalah Keamanan. Ya betul,, keamanan investasi menjadi alasan kebanyakan orang yang menginvestasikan uang mereka di sesuatu produk Investasi.Sudah menjadi tabiat manusia, selalu mencari aman dan menghindari resiko, hingga sifat itu dibawa-bawa saat Investasi. Akhirnya banyak orang yang selalu mencari Investasi yang aman sehingga mereka bisa tenang dan dihari tua saat-saat pengsiun mereka menjadi bebas pinansial dengan berinvestasi. Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber, terus memilah mana yang sebetulnya investasi yang paling aman.Lantas apa indikator yang membuktikan bahwa investasi propertiitu lebih aman dari investasi-investasi lainnya seperti reksadana, saham. Bahkan Investasi properti lebih aman dari pada anda mendepositokan uang anda di bank. Sebagai contoh, ketika anda membeli rumah,ruko,kos-kosan, dan properti-properti lainnya, lalu anda sewakan maka penghasilan dari sewa itu sangat menguntungkan, kenapa ? properti akan condong selalu meningkat harganya.jadi anda jarang menemukan harga sewa properti yang turun secara drastis atau turunnya dadakan. Akan tetapi penomena ini tidak akan anda temui jika anda berinvestasi di reksadana, saham dan sebagainya. Kongkritnya seerti ini anda membeli ruko di daerah yang ramai dengan harga 150.000.000, lalu bisa anda sewakan pertahunnya 8 sampai 10 juta/tahun. Maka ROI anda akan tidak terhingga,, karena anda saat membeli ruko tersebut sudah ROI,, yaitu modal anda sudah kembali dalam bentuk ruko dan andai anda jual hari itu juga maka anda telah ROI.Selanjutnya dibulan pertama sewa berjalan maka itu adalah keuntungan anda, untungnya juga pantastik,, yaitu keuntungan tidak terhingga,,karena apa anda tidak perlu keluar biaya perawatan, pajak dsb karena itu semua sudah ditanggung penyewa. aset anda utuh tapi keuntungan terus mengalir perbulannya. Nah saya ingin mengajak anda mebandingkan investasi properti dengan mendeposito di bank, yang bunganya dibawah inflasi dan ditambah biaya pajak.

================================================================================

Tips Mengajukan KPR 1

RumahCom – Mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) memang susah-susah mudah. Ada tips dan trik yang bisa dilakukan agar kemungkinan mendapat KPR dari bank bisa lebih besar. Pengamat dan entrepreneur properti Aryo Diponegoro menjelaskan, dalam membeli rumah harus memerhatikan 3K (Keinginan, Kebutuhan, dan Kemampuan). Artinya, keinginan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Berikut ini tips dan trik agar KPR disetujui bank:Memiliki penghasilan, baik dari gaji bulanan atau bisnis.Memiliki rekening tabungan sebagai bukti bahwa Anda memiliki penghasilan.Rekening tabungan yang rutin bertambah setiap bulan (minimal 3 bulan) akan membuat bank makin yakin.Buat karyawan, mesti memiliki slip gaji bulanan dan surat keterangan kerja dari kantor.Untuk pebisnis (entrepreneur) mesti memiliki laporan keuangan setidaknya dua tahun.Harus punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).Pastikan Anda tidak masuk daftar hitam (black list) Bank Indonesia. Jika Anda pernah kredit di bank dan menunggak lebih dari dua bulan berturut-turut, otomatis Anda masuk daftar hitam BI. Baca: Mekanisme Pengajuan KPRJika semua syarat itu sudah terpenuhi, siapkan foto kopi KTP. Untuk yang sudah menikah perlu foto Kopi suami atau istri, surat nikah, dan kartu keluarga.Kiat yang terpenting, ajukan KPR ke beberapa bank—paling tidak tiga bank! Mengapa demikian? Karena pejabat dan pegawai bank juga manusia yang punya subjektivitas.Jika menganggap KPR bank konvensional berbau riba, silahkan menggunakan bank syariah.Jangan lupa mempersiapkan surat-surat penting seperti fotokopi sertifikat, PBB, IMB, dan KTP Pemilik. Baca: Tips KPR Rumah SecondWaktu terbaik mengajukan KPR adalah minggu ketiga dan keempat, karena biasanya bank sedang mengejar target.Hindari mengajukan KPR di bulan Desember, karena bank biasanya sedang sibuk tutup buku. Sebaiknya tunda pengajuan di Januari.Tips terakhir dan terpenting adalah berdoa kepada Tuhan agar KPR Anda terkabul.Selamat mencoba!

================================================================================

Tips Mengajukan KPR 2

RumahCom – Sebelum mengucurkan kredit, pihak bank akan melakukan seleksi, baik konsumen yang mengajukan KPR, pengembang, maupun pihak-pihak lain yang terkait dengan pemberian KPR tersebut, misalnya sub kontraktor dan lahan yang dipakai. Umumnya, bank akan menyeleksi konsumen berdasarkan track record atau kemampuan konsumen tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi tentang penghasilan konsumen, dan biasanya sepertiga dari pendapatan harus bisa digunakan untuk membayar cicilan KPR. Pihak bank juga membuat batasan umur maksimal bagi calon nasabah pengambil KPR (untuk karyawan biasanya 55 tahun). Di sisi lain, developer juga akan diseleksi dan dilihat bagaimana mereka memegang janji menyelesaikan pembangunan, melengkapi fasilitas, dan mengurus surat-surat yang diperlukan bagi calon nasabah. Jika pengembang kurang kredibel, jangan heran jika pihak bank enggan mengucurkan kredit.Berikut ini langkah-langkah pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dikutip dari buku “Menjadi Kaya Melalui Properti”:1. Bila Anda sudah yakin akan pilihan rumah dan bank pemberi KPR, kunjungi bank tersebut dan mintalah informasi pengajuan KPR. Biasanya bank akan memberikan persyaratan (seperti tertulis di depan) beserta blangko isian KPR.>>Baca: Syarat Pengajuan KPR2. Setelah persyaratan Anda bawa ke bank, biasanya akan diadakan wawancara menyangkut latar belakang Anda memilih KPR dan kemampuan Anda dalam memenuhi tenggat waktu pembayaran.3. Bila wawancara disetujui, Anda bisa membayarkan uang muka pembelian rumah kepada developer dan menunggu keluarnya SPPK (Surat Persetujuan Perjanjian Kredit) yang dilanjutkan dengan pencairan dana.>>Berapa Biayanya? 4. Langkah selanjutnya adalah menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat. Dalam tahap ini, yang harus diperhatikan ialah ketelitian terhadap isi perjanjian agar di lain waktu Anda tidak mengalami kesulitan atau salah paham terhadap perlakuan bank dalam masalah pembayaran.5. Tahap selanjutnya adalah penyerahan kunci. Sertifikat Anda masih ditahan bank sampai Anda melunasi semua cicilan kredit.Anto Erawanantoerawan@rumah.comFoto: Anto Erawan

================================================================================

Tips Mengajukan KPR 3

Sebelum mengucurkan kredit, pihak bank akan melakukan seleksi, baik konsumen yang mengajukan KPR, pengembang, maupun pihak-pihak lain yang terkait dengan pemberian KPR tersebut, misalnya sub kontraktor dan lahan yang dipakai. Umumnya, bank akan menyeleksi konsumen berdasarkan track record atau kemampuan konsumen tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi tentang penghasilan konsumen, dan biasanya sepertiga dari pendapatan harus bisa digunakan untuk membayar cicilan KPR. Pihak bank juga membuat batasan umur maksimal bagi calon nasabah pengambil KPR (untuk karyawan biasanya 55 tahun). Di sisi lain, developer juga akan diseleksi dan dilihat bagaimana mereka memegang janji menyelesaikan pembangunan, melengkapi fasilitas, dan mengurus surat-surat yang diperlukan bagi calon nasabah. Jika pengembang kurang kredibel, jangan heran jika pihak bank enggan mengucurkan kredit.Berikut ini langkah-langkah pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dikutip dari buku “Menjadi Kaya Melalui Properti”:1. Bila Anda sudah yakin akan pilihan rumah dan bank pemberi KPR, kunjungi bank tersebut dan mintalah informasi pengajuan KPR. Biasanya bank akan memberikan persyaratan (seperti tertulis di depan) beserta blangko isian KPR.>>Baca: Syarat Pengajuan KPR2. Setelah persyaratan Anda bawa ke bank, biasanya akan diadakan wawancara menyangkut latar belakang Anda memilih KPR dan kemampuan Anda dalam memenuhi tenggat waktu pembayaran.3. Bila wawancara disetujui, Anda bisa membayarkan uang muka pembelian rumah kepada developer dan menunggu keluarnya SPPK (Surat Persetujuan Perjanjian Kredit) yang dilanjutkan dengan pencairan dana.>>Berapa Biayanya? 4. Langkah selanjutnya adalah menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat. Dalam tahap ini, yang harus diperhatikan ialah ketelitian terhadap isi perjanjian agar di lain waktu Anda tidak mengalami kesulitan atau salah paham terhadap perlakuan bank dalam masalah pembayaran.5. Tahap selanjutnya adalah penyerahan kunci. Sertifikat Anda masih ditahan bank sampai Anda melunasi semua cicilan kredit.Anto Erawanantoerawan@rumah.comFoto: Anto Erawan
================================================================================

Syarat Pengajuan KPR

Posted On 8 Nov, 2011 – By Alex Pangestu – With 470 CommentsKPR diajukan dengan mengisi formulir pengajuan kredit, formulir pemesanan unit dari pengembang, serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Saat pengajuan ada dokumen-dokumen yang wajib disertakan. Berikut ini adalah seluruh dokumen tersebut.(Baca: Proses dan Biaya Pengajuan KPR)Dokumen standar:fotokopi KTP,akta nikah atau cerai,kartu keluarga, dandokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB).Dokumen yang perlu disiapkan jika pemohon seorang karyawan yang bekerja untuk perusahaan:slip gaji,surat keterangan kerja dari perusahaan, sertabuku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan tiga bulan terakhir.Sementara itu, jika pemohon adalah seorang wiraswasta, dokumen tambahan yang diperlukan:bukti transaksi keuangan usaha,catatan rekening bank,NPWP,SIUP,surat izin usaha lain, seperti surat izin praktik untuk dokter, danTanda Daftar Perusahaan (TDP)

================================================================================

Biaya-Biaya Saat Beli Rumah Baru

Posted On 7 Nov, 2011 – By Alex Pangestu – With 58 CommentsBiaya untuk beli rumah tidak terbatas pada harga rumah, ada beberapa biaya lain yang harus dibayar. Dengan mengetahui biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, Anda bisa mempersiapkan dana dan merencanakan keuangan. Berikut-berikut ini adalah biaya-biaya yang akan Anda keluarkan.Uang tanda jadi. Umumnya, jumlah uang tanda jadi ini ditentukan pengembang. Anda akan mendapat formulir pemesanan unit dengan jadwal pembayaran tanda jadi dan pelunasan uang muka. Jadwal harus disetujui oleh kedua pihak.Uang muka. Pembayaran uang muka dapat diangsur dengan jadwal tertentu. Sebaiknya, pembayaran uang muka ini dilakukan setelah akad kredit Anda disetujui bank. Dengan pengembang, Anda akan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB menyatakan bahwa Anda akan melunasi uang muka setelah akad kredit disetujui bank.Biaya notaris untuk mengikat kredit secara hukum.Angsuran. Perlu dicatat bahwa angsuran KPR–ditambah angsuran-angsuran lain–jangan sampai lebih dari sepertiga gaji Anda. Anda bisa mencoba simulasi KPR yang ada di situs web Rumah.com.Urutan prosesnya berawal dari uang tanda jadi, tanda tangan SPJB, lalu pelunasan uang muka. Bank kemudian akan melakukan survei penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti. Legalitas dokumen yang diperlukan termasuk Sertifikat Tanah, IMB, SPPT PBB, Surat Kuasa Jual, dan sebagainya. Bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit setelah semua dokumen dilengkapi. Bank akan memberi tahu jika ada dokumen yang diperlukan(Baca: Apa itu KPR?)Bank kemudian akan melakukan survei penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti. Legalitas dokumen yang diperlukan termasuk Sertifikat Tanah, IMB, SPPT PBB, Surat Kuasa Jual, dan sebagainya. Bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit setelah semua dokumen dilengkapi. Bank akan memberi tahu jika ada dokumen yang diperlukan.Sebelum permohonan KPR disetujui, bank akan menganalisis kemampuan Anda membayar angsuran. Umumnya, bank akan meminta total pendapatan keluarga Anda dan angsuran tidak melebihi sepertiga pendapatan. Verifikasi dilakukan dengan memeriksa rekening koran selama 3 sampai 6 bulan terakhir.(Baca: Tipe-tipe KPR)Jika dibutuhkan, Bank Indonesia akan memeriksa transaksi kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, KPR lain, kredit lain, dan biaya hidup bulanan. Dalam waktu dua minggu hingga dua bulan, bank akan mengeluarkan keputusan mengenai permohonan KPR.Setelah itu, akad kredit dilakukan. Selanjutnya, Anda wajib membayar angsuran. Surat Pelunasan Utang akan diberikan oleh bank. Anda juga akan menerima Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti.

================================================================================

Biaya biaya yang harus disiapkan saat membeli property

Apakah Anda seorang calon pembeli properti, penjual properti, atau broker properti, Anda perlu sekali memahami berbagai jenis pajak yang dikenakan pada transaksi properti. Berikut ini adalah 6 jenis pajak yang dikenakan pemerintah terhadap setiap transaksi properti di Indonesia. Dengan mengetahui seluk beluk pajak ini, Anda akan bisa menghindari kecurangan-kecurangan dalam transaksi properti yang Anda lakukan.

Pajak bumi dan bangunan (PBB)

Pajak ini dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya.

Dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh menteri keuangan.

Besarnya PBB yang terutang diperoleh dari perkalian tarif (0,5%) dengan NJOP . Nilai Jual Kena Pajak ditetapkan sebesar 20% dari NJOP (jika NJOP kurang dari 1 miliar rupiah) atau 40% dari NJOP (jika NJOP senilai 1 miliar rupiah atau lebih). Besaran PBB yang terutang dalam satu tahun pajak diinformasikan dalam Hafis Anjeng Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui bank persepsi, bank yang tercantum dalam SPPT PBB tersebut, atau melalui ATM, melalui petugas pemungut dari pemerintah daerah serta dapat juga melalui bukan kantor pos.

Besarannya ialah 0,5% dari nilai jual kena pajak (NJKP).

BPHTB (Bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Pajak jenis ini adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, yang selanjutnya disebut pajak.

Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan.

Hak atas tanah dan atau bangunan adalah hak atas tanah, termasuk hak pengelolaan, beserta bangunan di atasnya, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun, dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Besaran BPHTB ialah 5% dikali hasil pengurangan nilai transaksi oleh nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak.

Pajak penghasilan

Pajak ini adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak penghasilan bisa diberlakukan progresif, proporsional, atau regresif.

Besaran pajak penghasilan ialah 5% dikali nilai transaksi (di atas Rp60 juta) dan dibayar oleh pihak penjual.

Pajak pertambahan nilai

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Dalam bahasa Inggris, PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST). PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain, penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung.

Bea balik nama

Untuk bea balik nama besarannya rata-rata 2% dikali nilai transaksi. Dan pajak ini harus ditanggung pembeli.

PPnBM

Pajak penjualan ini dikenakan terhadap nilai jual setiap perpindahan / pertukaran barang, sehingga menimbulkan pajak berganda, PPnBM dikenakan terhadap penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya, impor barang kena pajak yang tergolong mewah. PPnBM akhirnya dibebankan kepada konsumen. Pengusaha Kena Pajak hanya memungut dan menyetor PPnBM ke kas Negara. PPnBM merupakan pajak pusat karena merupakan sumber penerimaan bagi APBN (Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara). Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikenakan hanya 1 (satu) kali pada waktu penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang menghasilkan atau pada waktu impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah. (Berbagai sumber/*Akhlis)

  • ================================================================================
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s